Kamis, 11 Desember 2008

Demo UMK "yang kesekian kali" 11 Desember 2008

PERJUANGAN INI TAK AKAN PERNAH BERHENTI !!!
BERSATULAH BURUH BATAM !!!!........
MARI BERSAMA-SAMA KITA PERJUANGKAN NASIB KITA !!!














Sekitar 15 ribu anggota fspmi kota batam memadati jalanan didepan kantor walikota batam. Untuk ke-2 kalinya fspmi melakukan unjuk rasa guna meminta walikota agar mengusulkan umk yg mendekati nilai kebutuhan hidup layak di batam yaitu 1,35 jt. Unjuk rasa tersebut juga di hadiri oleh Presiden FSPMI Ir. Said Iqbal, Ketua Umum SPEE FSPMI Ridwan Monoarfa, Direktorat Advokasi DPP FSPMI Kambusiha, SH dan Baris Silitonga yg juga Panglima Garda Metal FSPMI.

Mengawali orasinya, Ketua Konsulat Cabang FSPMI Batam Nurhamli menyampaikan beberapa tuntutan aksi antara lain:
1. Meminta kepada walikota batam untuk mengusulkan umk batam yg mengacu kepada UU Ketenagakerjaan No 13/2003 yg menyebutkan pentahapan umk = kebutuhan hidup layak, setidak-tidaknya mendekati KHL.
2. Meminta kepada walikota batam untuk mencabut skb 4 mentri, karena skb tsb cacat hokum.
3. Meminta kepada walikota batam untuk tidak mengikuti jejak gubernur kepri yg telah melanggar uu dalam menetapkan upah minimum propinsi (ump) dimana terjadi kemunduran pencapaian ump terhadap nilai kebutuhan hidup layak propinsi.
4. Meminta kepada walikota untuk menjalankan UU Ketenaga kerjaan secara benar dan konsisten dalam hal pengupahan, penggunaan tenaga outsourcing dan tenaga kerja asing.
5. Meminta kepada walikota batam untuk melakukan segala daya upaya untuk mengontrol harga kebutuhan pokok, sehingga daya beli masyarakat dapat terjaga.
6. Meminta kepada walikota untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam birokrasi/pemerintahan guna menghilangkan ekonomi biaya tinggi.

Kemudian aksi dilanjutkan dengan mendengarkan orasi-orasi dari Bambang MS, Anto Sujanto, Agus Sriyono , Said iqbal, Baris Silitonga, Ridwan Monoarfa, Kambusiha, dan Nefrizal . Dalam Orasinya Presiden FSPMI menyampaikan perkembangan UMK di beberapa daerah di Indonesia antara lain Aceh, Jateng, jogja, jatim, jakarta dan papua. Di daerah-daerah tersebut kenaikan umk diatas 15% . dan sangat tidak masuk akal jika batam dan kepri umumnya yg merupakan daerah industry kenaikan upahnya hanya 5 – 10 %. Oleh karena itu pemerintah kota batam harus memperhatikan aspirasi fspmi bahwa umk harus mendekati khl. Said Iqbal juga sampaikan salam dan dukungan dari seluruh anggota fspmi di seluruh Indonesia .

Di kesempatan lain Ridwan Monoarfa dalam orasinya menanyakan kepada walikota Batam, Apanya yg susah jika kesejahteraan buruh di naikan. Dimana susahnya? Bahwa Negara berkewajiban memberikan kehidupan yg layak kepada rakyatnya. Dan itu adalah amanat undang-undang. Jadi jika pemerintah tidak mau menaikan umk maka pemerintah telah gagal melindungi dan memberikan kehidupan yang layak kepada rakyatnya. Jadi pemimpin yg gagal maka di minta mundur untuk digantikan dengan yg lain. Sementara itu Baris Silitonga lebih memberikan semangat kepada kawan2 pendemo untuk tidak patah semangat memperjuangkan nasibnya. Dia sampaikan, kawan-kawan fspmi di Bekasi menduduki kantor bupati hingga 3 hari sampai bupati memutuskan umk diatas 1,1 jt. Bahkan di tangerang kawan2 fspmi sampai menggembok dan mengelas kantor bupati/ gubernur (?) hingga pemerintah memenuhi tuntutan pekerja. Buruh biasa miskin namun jangan sampai di paksa-paksa untuk miskin. Oleh karena itu meminta walikota mengusulkan umk sesuai dengan tuntutan pekerja.

Sementara orator melakukan aksinya di atas panggung, beberapa orang utusan fspmi yg terdiri dari perangkat dan ketua PUK masuk kedalam kantor walikota untuk melakukan negosisasi dengan pemerintah kota batam. Perwakilan aksi di terima oleh Samsul Bahrun, assiten bidang ekonomi dan pembangunan kota batam. Namun tidak ada jawaban yg memuaskan keluar dari mulut Syamsul Bahrun. dalam pernyataanya dia sudah memberikan masukan angka umk kepada walikota bahwa kenaikan umk diatas 5% namun tidak mau menyebutkan pastinya. Merasa tidak mendapatkan jawaban yg memuaskan akhirnya utusan keluar dan bergabung dengan rombongan besar.

Aksi yg awalnya damai dan tertib menjadi panas saat salah satu perwakilan menyampaikan hasil pertemuan dengan perwakilan pemko. Bahwa kenaikan umk kemungkinan hanya 5% - 10% maka massa menjadi panas. Coordinator minta kepada kawan-kawan perempuan untuk mundur dan dipersilahkan ulang sementara yg laki-laki maju ke depan. Tiba-tiba massa mendorong kedepan hingga pagar pemko roboh. Beberapa anggota keamanan terlihat roboh tertimpa pagar dan pendemo yg ada dibarisan paling depan. Melihat beberapa temannya roboh, aparat mulai represif terhadap pendemo dan memukuli massa dengan penthungan, helm dan tameng. Melihat kawan2 dibarisan depan dipukuli aparat, pendemo di belakang membalas dengan melempari batu dan apa saja benda-benda keras kearah aparat. Suasanan menjadi kacau. Beberapa pendemo luka-luka dan diselamatkan kawan-kawan ke belakang. Beberapa diantaranya mengalami luka-luka di kepala. Terlihat coordinator menenangkan anggotanya agar tidak anarkis dan mengingatkan kemungkinan penyusup masuk ke barisan. Oleh karena itu diminta kepada korlap untuk turun dan menangkap siapa saja yg melakukan pelemparan benda-benda keras. Namun tidak disangka ternyata ada beberapa pendemo yg diamankan polisi dan dibawa masuk ke kantor walikota, melihat hal tsb suasana tambah panas. pendemo berteriak-teriak agar aparat melepaskan teman-temannya yg ditahan. Entah dapat kabar darimana bahwa demo rusuh, Ria Saptarika keluar dari gedung dprd dan menemui demonstran. Beberapa pendemo entah karena suasana yg panas atau karena tidak kenal dengan wakil walikotanya masih saja berteriak-teriak dan melemparkan gelas minuman ke arahnya. Akhirya, ria saptarika menenangkan demonstran dan menjaminkan dirinya bahwa demonstran yg ditahan oleh aparat akan dibebaskan. Jika tidak dia menyediakan dirinya utnuk disandra demonstran sampai demonstran yg ditangkap aparat dilepaskan. Dalam janjinya Ria akan berusaha semaksimal mungkin mengakomodir keinginan demonstran, namun dia minta agar aksi segera diakhiri untuk menghindari kerusuhan yg lebih luas. Akhirnya demonstran mengakhiri aksinya dengan tertib meskipun belum mendapatkan kepastian nasib umk. Ridwan dalam orasi penutupnya masih mengingatkan kepada pemerintah agar tidak melawan kekuatan rakyat, jika pemko tidak mendengar tuntutan pekerja maka pekerja masih mempunyai senjata terakhir yg pasti tidak diinginkan oleh pemko.
Perjuangan masih panjang, tetap semangat dalam 1 barisan.
BANGKITLAH BURUH BATAM !!!




Related Articles by Categories


0 komentar:

Grab this Widget ~ Blogger Accessories